Ribuan Pendekar PSHT Gresik Luruk Pemkab Gresik Dan Meminta Cabut Izin Parluh 16

Gresik, Ankasapost.Com – Ribuan massa dari persaudaraan setia hati trate (PSHT) se-Kabupaten Gresik menggelar unjuk rasa di Kantor Pemkab Gresik, Rabu (25/11).

Ribuan pendekar yang berasal dari 17 Kecamatan tersebut berkumpul di Pemkab Gresik, massa kemudian melakukan konvoi.

Dalam tuntutannya, mereka meminta agar surat yang dilayangkan oleh kelompok oknum Psht kepada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gresik dicabut.

Kordinator aksi, Mujiono mengatakan, pihaknya bersama warga Psht menuntut penarikan surat dari oknum kelompok Psht kepada Kesbangpol Gresik.

“Surat tanda terima laporan ditarik kembali, dan berkas yang diajukan ke Kesbangpol dikembalikan,” ungkapnya.

Oknum Psht ini, kata Mujiono melanjutkan, menganggap kepengurusan dari mulai rayon, ranting hingga cabang Psht di Gresik tidak sah.

“Dengan logo dan merk yang sama, kita dianggap tidak sah, padahal kita sudah berdiri sejak tahun 1983 dan kita tidak dianggap, menganggap kepengurusan dia yang sah,” geramnya.

Selama kurang lebih 30 menit, massa aksi lalu membubarkan diri setelah tuntutan mereka dikabulkan oleh Kepala Kesbangpol Gresik Darman. Bahkan, terima laporan dan berkas surat juga dikembalikan.

“Tadi sudah kami bacakan surat yang dituntut oleh aksi massa,” katanya.

Lebih lanjut, Darman mengungkapkan, ada dualisme kepemimpinan di Psht pusat yang saat ini sedang berjalan di meja Mahkamah Agung, hal itu berimbas ke daerah.

“Dan kita juga belum tau hasil dari konflik internal dualisme Psht pusat,” tutup dia.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianti melalui Wakpolres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi mengatakan, ada sekitar 500 personil pengamanan dari aparat berjalan secara tertib dan kondisional.

“Pengamanan mulai dari TNI-Polri, Satpol Pp, dan Dishub, serta pasukan pengaman terate (Pamter) PSHT,” Kabiro (FRK22)

Direkomendasikan untukmu

Tinggalkan Balasan