Kades Toni Berantas Penyebaran COVID-19 Di Desa Banyu Legi

Mojokerto, ankasapost.com-Virus corona atau covid-19 terus meluas dan masih melanda di Indonesia bahkan dunia.

Pemerintah secara bersama-sama menanggulangi covid -19. Tracing yang di lakukan pemerintah terhadap orang yang sudah positif adalah mendeteksi dari mana orang itu tertular, kemudian dengan siapa orang tersebut melakukan komunikasi.

Penyebaran virus corona harus di waspadai karena telah menginfeksi banyak orang di Indonesia.

Bertambahnya pasien yang terinfeksi virus corona tak berarti masyarakat harus panik. Kekhawatiran memang semakin meningkat, tetapi ada baiknya belajar dari beberapa orang yang sembuh dari virus corona.

Indonesia terus meningkatkan kewaspadaan dan terus berupaya pencegahan virus corona agar tidak semakin menyebar.

Sejumlah daerah kini sudah mulai melakukan antisipasi, menyadari bahwa bisa jadi mereka bakal kewalahan jika virus corona benar- benar datang ke wilayahnya.

Gejala virus corona adalah sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung beringus, bersin, batuk, demam, sesak nafas dan kelelahan

Seperti halnya yang di lakukan di Desa Banyu Legi Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto, Kepala Desa Toni serta Jajaran Pemerintah desa bersatu padu berupaya memutus penyebaran virus corona covid – 19 dan telah melakukan berbagai cara agar di Desa Banyu Legi terhindar dan terbebas dari virus corona covid -19.

Berbagai metode penjagaan dan penyemprotan cairan disinfektan di lakukan di berbagai tempat di Desa Banyu legi. Mulai dari penyemprotan di balai desa, rumah-rumah warga, penyemprotan di masjid atau tempat ibadah dan di gang-gang desa.

Penyemprotan cairan disinfektan di pimpin langsung oleh Kades Toni.

Penyemprotan di lakukan setiap minggu.

Penyemprotan dan penjagaan di Desa Banyu Legi melibatkan Pemdes, Tokoh Masyarakat, BPD, RT/RW, Linmas dan Karang Taruna.

Posko utama di balai desa dan di jaga 2 orang di lakukan 2 shif.

Pagi pukul 08.00 WIB- 16.00 WIB.

Sore pukul 16.00 WIB- 21.00 WIB.

Jalan masuk dusun juga ada posko penjagaan untuk mengantisipasi masuknya virus corona di Desa Banyu Legi.

 

Pemdes Banyu Legi telah memberikan masker kepada warga kurang lebih sebanyak 2000 masker.

Pemdes juga menyiapkan alat pengukur suhu.

Tempat isolasi dan karantina telah di sediakan Pemdes.

Tempat/ bak cuci tangan di taruh di fasilitas umum seperti di balai desa, musholla, masjid dan fasilitas umum lainnya.

 

Kepala Desa Toni beserta jajaran Pemdes Banyu Legi selalu mengingatkan kepada seluruh warga masyarakatnya agar selalu menjaga kebersihan, dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir karena masih menjadi cara yang efektif untuk membunuh virus, dan selalu menggunakan masker jika berpergian. ke luar rumah.

Sampai saat ini semua kegiatan penjagaan dan penyemprotan di Desa Banyu Legi ini berjalan lancar, tutur kad es. ( Jurnalis Wiyanto )

Direkomendasikan untukmu

3 Comments

  1. Semoga Covid-19 segera berakhir dan masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti biasa….Amiin
    Karena dampaknya sangat luar biasa besarnya dan kembali ke masyarakat level bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *